Selasa, 23 Januari 2018

AMANAH BARU

Amanah merupakan tugas tambahan baru atau bisa dikatakan tanggung jawab baru yang mesti dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Di dunia kerja, sudah tak asing lagi dengan sebuah amanah yang di berikan oleh atasan ke bawahan. Amanah ini jenisnya banyak banget. Tapi yang terpenting adalah amanah kita terhadap kewajiban yang telah di tentukan oleh Allah SWT.

Di sekolah tempatku mengabdi, kali ini ada amanah baru yang di sandingkan padaku. Selain amanah lama dimana aku mesti mengajar kelas 6 untuk persiapan UN, yaitu membuat beberapa siswa mendapatkan nilai sempurna saat UN nanti dan ini menjadi amanah yang besar bagiku. Padahal awalnya saya berminat untuk mengambil peran mendidik anak-anak yang kurang mampu dalam segi akademik, namun kali ini di luar ekspektasi, malah di tuntut untuk membimbing siswa yang memiliki kelebihan dalam hal akademik.

Bimbingan siswa ini menurutku tak memiliki tantangan yang banyak, karena mereka sudah mumpuni dalam segi keilmuan, tinggal bagaimana mempoles mereka biar maksimal. Hanya saja yang aku khawatir kan adalah membagi waktu untuk membimbing mereka. Aku merasa waktunya udah padat dan belum menemukan formula yang pas untuk membimbing mereka. Semoga nanti Allah memberikan kemudahan dalam setiap aktivitas kami yang baik ini dan di perlancar segala sesuatunya. Aamiin

Senin, 22 Januari 2018

PRINTER KU SAYANG PRINTER KU MALANG

Mesin cetak atau lebih terkenal dengan nama printer, merupakan piranti keras untuk aksesoris pelengkap sebuah komputer atau laptop. Mesin ini di buat untuk mempermudah aktivitas manusia dari hal digital menuju ke hal yang konkrit. Jaman dahulu seseorang menulis sebuah pesan ataupun surat langsung di atas sebuah kertas, namun di jaman sekarang yang udah pada canggih, manusia bisa mencetak tulisannya dengan berbagai macam desain tulisan, ukuran dan warna sesuka hati si pembuat tulisan. Harga dari sebuah printer berbagai macam tergantung dari spesifikasi yang di tawarkan oleh penyedia jasa printer tersebut.

Saat ini printer sangat membantu pekerjaanku dan pekerjaan istriku. Hanya saja kemarin ia membuatku sedih, sebab ia tak mampu beroperasi kembali. Bukan kepalang sedihnya aku, apalagi pekan ini sangat di butuhkan jasanya dalam aktivitasku dan istri. Di taktiksi untuk mengambik printer yang ada di kantor istri karna printer baru dan ada kerusakan dikit, dengan keyakinan bisa di perbaiki sendiri. Namun apa daya tangan tak sampai, kedua printer itu hanya bisa membisa tanpa bisa berbuat banyak, mereka terdiam seribu bahasa. Tak berkutik, ibarat di terbangkan angin ia pun ikut kemana angin tersebut berhembus.

Alhasil, printer kami tak bisa digunakan karena catu dayanya telah rusak, diagnosa awal yaitu ketika beberapa hari lalu terjadi penurunan arus listrik di kamar kami, mungkin itu salah satu faktor penyebabnya. Ya, setiap tindakan pasti ada masa keemasannya, kala ia masih baru betapa ia di sayang dan di pelihara dengan sangat baik, tapi lama kelamaan mulai di masa bodohkan, padahal sangat penting, ya begitulah, kami manusia yang manusiawi. Printer ku Sayang Printer ku Malang.

Minggu, 21 Januari 2018

OPEN HOUSE SCHOOL OF HUMAN

Weekend kali ini aku dan istri mengikuti Open House yang diadakan oleh School Of Human. Jika berbicara soal School Of Human, yang berada di benakku adalah seorang penulis yang bernama Munif Chatib. Awalnya akupun tak tau beliau ketika awal aku berjumpa tahun 2014 akhir. Padahal teman-teman saat itu sudah banyak yang membaca karya beliau dan buku-bukunya sangat fenomenal, Sekolahnya Manusia, Gurunya Manusia, Kelasnya Manusia dan lain-lain.

Dalam Open House ini, School Of Human mengangkat tema This Is Me dengan membedah kurikulum School Of Human. Peserta kegiatan ini bukan hanya mereka yang berasal dari daerah Jabodetabek saja melainkan ada yang dari Lampung, Palu, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kegiatan awal setelah registrasi ulang adalah melakukan permainan tradisional, mulai dari egrang, galasing dan masih banyak lagi. Setelah mencoba permainan tradisional, peserta di bagi menjadi dua kelompok besar untuk melakukan tour sekolah. Dalam tour sekolah ini kami di bawa ke beberapa tempat, seperti ruang kelas SMP dan kelas SMA. Saat di ruang pertama, kami memasuki ruang Kelas yang bernama Iwan Fals, ruang kelas di School Of Human semuanya dinamai oleh siswa, karena di sekolah tersebut siswa adalah subjek bukan merupakan objek. Di ruangan ini, kami di beri tugas untuk menuliskan alasan mengikuti kegiatan ini. Dari sekian banyak tulisan peserta yang ada, rata-rata alasan mengikuti kegiatan open house karena penasaran dengan kurikulum yang di ampu oleh School Of Human. Ruang kelas Iwan Fals ini merupakan kelas grade 8.

Setelah dari ruang Iwan Fals, kami pun di ajak untuk berfoto di depan photobooth yang telah di sediakan oleh pihak panitia. Di tempat ini, kami mengabadikan kenangan dalam frame. Beberapa kali kami mengambil gambar, apalagi peserta dari kegiatan ini ada dari adik-adik SGI 21 dan ada juga peserta saat kemah guru desember lalu dan ada juga adik tingkat istri saat kuliah. Kegiatan yang penuh dengan jalinan silahturahmi.

Setelah dari photobooth, kami pun di ajak menuju ruang kelas 12, yang mereka sebut dengan nama Kelas Helen Keler. Ruang kelas ini penuh dengan kreasi dari siswa-siswanya. Di School Of Human ini benar-benar membebaskan setiap siswanya untuk mengeluarkan kreatifitasnya, ibaratnya sekolahnya itu adalah sebagai rumah kedua mereka. Jadi ruang kelas di buat senyaman mungkin untuk mereka huni tiap hari, dengan begitu pelajaran bisa lebih cepat mereka tangkap karna suasana yang mendukung.

Ruang Inklusi merupakan destinasi berikutnya setelah ruang Helen Keler. Di ruangan Inklusi ini adalah ruangan untuk terapi bagi siswa-siswi School Of Human yang berkebutuhan khusus. Ruangan ini penuh dengan rasa nyaman dan banyak foto-foto yang di pajang, termasuk foto yang menjadi juara dalam ajang nasional.

Setelah dari ruang inklusi, akhirnya kami memasuki ruang aula tempat dimana akan dilangsungkan bedah kurikulum School Of Human yang langsung di bawakan oleh pendiri sekolah tersebut yaitu Pak Munif Chatib. Kami semua, duduk berdasarkan tempat duduk yang telah di beri label sesuai dengan nama kita masing-masing. Sebelum acara inti dimulai, kami di minta untuk membuat ulasan pada aplikasi google maps dengan mengirimkan foto saat di depan photobooth dengan memberikan bintang terhadap School Of Human.

School Of Human memiliki tagline yaitu "Discovering Multiple Intelligences", dimana sekolah ini menganut sistem keluarga, agar setiap warga sekolah, baik guru siswa dan orang tua siswa, merasa School Of Human merupakan rumah kedua mereka. Saat ini siswa memasuki abad 21 yang biasa dikatakan jaman now, namun kebanyakan guru-guru masih nyaman dengan abad 20 bahkan sekolah masih merasa abad 19. Hal ini membuat suatu kemunduran bahwa pendidikan di Indonesia belum meningkat, apalagi pendidikan di negeri ini masih terus dipolitisasi. Dari tahun 1945 hingga saat ini, menteri pendidikan telah 38 orang, hampir setiap ganti pucuk kepemimpinan, ganti pula menteri pendidikannya, padahal yang namanya pendidikan mesti tuntas hingga akhir.

Di School Of Human memiliki 6 Pilar penting dalam kurikulum yang mereka anut, yaitu
1. Agent of change
2. Belajar harus menyenangkan
3. Memantik bakat dan minat
4. Kemampuan seluas samudera
5. The Best Teacher
6. Quality Assurance in Academic

Kegiatan Open House ini banyak memberikan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat, inilah sekolahnya manusia sesuai dengan namanya, tanpa ada kotak-kotak dalam proses pembelajarannya. Semoga kelak negeri ini sadar akan pentingnya pendidikan yang menerapkan karakter sebagai tiang utama dalam mendidik, karena yang kita didik adalah manusia, bukan robot.







Jumat, 19 Januari 2018

TIPS & TRIK PERSIAPAN UN ALA PHOENIX ALKI

Ujian Nasional sudah di depan mata, tinggal beberapa minggu lagi, kini di hampir semua sekolah akan melaksanakan ujian praktik kemudian ujian sekolah dan terakhir ujian nasional. Namun, yang menjadi momok menakutkan di bayangan para siswa adalah ketidaksiapannya untuk menerima hasil ujian nasional nanti. Hal ini terjadi karena kesiapan untuk menghadapi setiap tes yang belum maksimal.

Setiap sekolah memiliki trik dan tips masing-masing, dan tak sedikit yang mau mengumbarnya di dunia maya. Apalagi di tahun ini ada wacana yang menyatakan bahwa akan ada soal essay dalam Ujian Nasional, membuat tambah paniklah setiap siswa dan orang tua mereka. Oleh karena itu, di sekolahku saat ini kita sedang membuat semacam ramuan untuk mempersiapkan UN agar bisa maksimal. Berikut ini adalah tips dan trik ala Phoenix ALKI


1. Membuat Komitmen Bersama
  
Komitmen bersama ini merupakan aturan dan impian yang akan di capai bersama seluruh siswa kelas 6, harapannya adalah agar mereka bisa melangkah bersama dan mewarnai masa-masa terakhir mereka di Sekolah Dasar yang akan mereka tinggalkan sebentar lagi.




2. Tutor Sebaya

Tutor Sebaya merupakan trik kedua yang di lakukan. Dimana mereka akan di pasang-pasangkan, untuk saling mengajari, yang bisa, mengajari yang kurang bisa. Dan mereka akan diberikan waktu selama 11 kali pertemuan hingga akhirnya nanti akan di evaluasi sejauh mana peningkatan dalam program ini.




3. Intensif Class

Intensif Class di adakan untuk memberikan pengajaran khusus bagi mereka yang masih mengalami kesulitan dalam persiapan ujian nasional. Namun dalam program ini setiap kelas hanya terdiri dari maksimal 6 orang siswa, agar bisa fokus dan tepat sasaran

Untuk kedepannya akan di evaluasi terus dan akan dilihat sejauh mana program trik-trik ini bisa maksimal yang kesemuanya untuk persiapan ujian nasional. Semoga hajat kita dimudahkan semua. Aamiin

Kamis, 18 Januari 2018

TIM SRIKANDI

Tim Srikandi, begitulah aku menyebut tim les tambahanku hari ini, karena mereka terdiri dari wanita semua. Mereka berlima ingin belajar tambahan untuk mempersiapkan ujian nasional, tentunya materi yang sesuai displin ilmuku, yaitu matematika.

Matematika ada yang mengatakan merupakan akronim dari MAkin TEkun MAkin TIdak KAruan. Hehehehe
Ya begitulah matematika, sebetulnya merupakan pelajaran yang paling dekat dengan kehidupan kita masing-masing dan kita takkan terlepas dari materi tersebut. Banyak yang menghindarinya, misalnya ambil jurusan bahasa atau ilmu sosial saat di SMA, tapi ya tetap aja, ada matematika di sana. Kemudian setelah lulus SMA, harapannya tak mau ketemu dengan matematika dan mengambil jurusan sosial di perguruan tinggi atau mengambil akademi kepolisian atau bahkan kesehatan, tapi tetap aja ada matematika. Oleh karena itu, matematika bukan sesuatu yang menyulitkan, melainkan menyenangkan dan di senangi, karena setiap pilar kehidupan ada matematika walaupun istilahnya berbeda.

Les tambahan hari ini berkaitan dengan materi waktu, agar mereka paham tentang waktu, bagaimana ia begitu penting dalam hidup ini. Materi waktu ini aku kaitkan dengan kehidupan mereka, salah satunya adalah menanyakan usia mereka lengkap dengan hari bulan dan tahun mereka. Contohnya, Guru Sapto lahir pada tanggal 15 Juni 1991, sekarang berapakah usia Guru Sapto?... Tahun... Bulan... Hari. Mereka di latih untuk berpikir kritis agar mampu memecahkan masalah yang ada di sekitar mereka, dari hal yang kecil hingga hal yang lebih kompleks buat mereka. Karena tantangan hidup kedepannya menjadi lebih ekstrim dan butuh persiapan yang matang mulai dari hari ini. Aku sebagai gurunya hanya berharap mereka mampu menjadi pribadi yang baik, bukan hanya otaknya yang encer, melainkan juga akhlaknya bak mutiara. Aamiin

Review Buku MASIH ADA Karya Bang Syaiha

Judul Buku         : Masih Ada
Pengarang          : Bang Syaiha
Penerbit              : LovRinz Publishing
Tahun Terbit       : 2016
Jumlah Halaman : 480 Halaman
Isi Buku

Buku ini menceritakan tentang perjalanan kisah kehidupan seorang pemuda yang bernama Khalid mulai dari ia mengenal dunia pendidikan hingga kisah tentang ia di daerah terpencil Kalimantan dan terakhir tentang perjuangan ia menemani istrinya yang akan melahirkan buah hati mereka.

Buku ini banyak terdapat hikmah mengenai cinta, kasih, sayang, persahabatan, keluarga dan kehidupan sosial serta pendidikan di Indonesia. Sebuah novel yang berjudul Masih Ada ini mengangkat kisah perjalanan Khalid yang memiliki keistimewaan terkait dengan kaki sebelah kanannya yang tidak bisa berfungsi maksimal karena terkena polio sejak usia satu tahun. Namun, dengan keistimewaannya itu bukan menjadi penghambat ia untuk menyerah dan berputus asa, melainkan ia terus berjuang dan berjuang tanpa kenal kata menyerah.

Buku ini mulai menarik, saat ia menjalani masa mengabdi di daerah terpencil Kalimantan dekat dengan sungai Sambas sebagai seorang guru SD. Dengan kondisi istimewa yang ia miliki mampu dijalaninya dengan sangat baik, bahkan sebelum menjadi guru di daerah terpencil tersebut, ia sembari memperjuangkan kisah cinta yang bisa dikatakan bertepuk sebelah tangan, orang tua dari pihak perempuan yang tak merestuinya, mungkin karena ia istimewa, hingga berkali-kali Khalid mencoba untuk meminta dan bertatap muka dengan orang tua perempuan, namun tak kunjung ada hasil, sudah banyak yang ia lakukan, untuk memenangkan hati orang tua perempuan, namun lagi-lagi tak ada kabar baik, bahkan berkali-kali ia di pukul KO tanpa ada balasan.

Aku akui, buku ini banyak menguras perasaan bagi pembacanya, membawa setiap pembacanya untuk terjun dan mengikuti alur permainan buku ini bermuara. Perjuangan seorang Khalid untuk menggenapkan separuh agamanya tak mudah, beberapa kali di terangkan dalam buku ini, betapa berusahanya ia untuk menjemput bidadari dalam hidupnya, hingga ia mesti menunda bertahun-tahun dan melanjutkan mimpi-mimpinya yang lain terlebih dahulu. Ya begitulah yang namanya perjuangan, tak ada yang mudah kawan, butuh proses dan tak kenal lelah, apalagi ini tentang Allah. Pasti di mudahkan, bahkan di bantu oleh-Nya. Yang terpenting kita mau dan berusaha sungguh-sungguh. Bukankah nikmatnya orang yang berpuasa adalah ketika ia berbuka? Sama halnya dengan semua perjuangan, akan indah pada waktunya. Sabarlah dan teruslah berusaha tanpa ada kata menyerah, dan jangan lupa untuk bersyukur, karena Allah suka kepada hamba-Nya yang selalu bersyukur dan mengingat-Nya.

Buku ini aku rekomendasikan buat semua kalangan, terutama usia remaja yang sedang mencari jati dirinya, buku ini bisa menjadi referensi untuk melihat Indonesia lebih dekat, karena menggambarkan realita pendidikan di daerah terpencil yang ada di Indonesia dengan bahasa yang di gunakan oleh penulisnya sangat sederhana dan mudah di cerna dengan baik oleh semua kalangan.

Semoga dengan adanya buku ini menambah pengetahuan, wawasan, ilmu dan kecintaan kita terhadap Allah SWT sebagai Yang Maha Segalanya. Aaamiin

JAM TAMBAHAN YANG MELELAHKAN

Pekan ini aku mulai memberikan belajar tambahan kepada beberapa anak yang membutuhkan jasa pengajaranku, untuk menambah pengetahuan mereka persiapan UN. Kegiatan ini biasanya aku lakukan selepas pulang sekolah, biasanya di rumah biasa pula di sekolah. Namun, sejak semester dua ini, aku dan beberapa guru yang memiliki belajar tambahan merasa was-was, pasalnya ada aturan dari pihak sekolah yang melarang memberikan belajar tamabahan di sekolah. Boleh belajar tambahan jika di adakan di rumah siswa, banyak hal yang melatarbelakangi aturan ini berlaku, salah satunya adalah ketika siswa pulang telat karena belajar tambahan tak ada yang menemani saat telat di jemput padahal guru lesnya telah tiba di rumah duluan, belum jam pulang sudah di mulai les tambahan dan masih banyak lagi alasan-alasan yang aku dengar.

Aturan baru itu sempat membuatku bimbang, apakah akan lanjut les atau tidak, bahkan hari senin yang lalu aku memberikan les tambahan di salah satu kontrakan teman guru. Hingga kini, masih ada juga beberapa guru yang memberikan belajar tambahan di sekolah, ketika aku tanya alasannya apa ngadain di sekolah, ia lantang mengatakan, yang penting bukan saat jadwal sekolah, selagi kita masih ngajarnya selepas pulang sekolah mah, gak apa-apa atuh pak, katanya singkat.

Pekan ini, jadwalnya aku untuk memberi les tambahan di rumah siswa, sekitar pukul 16.00 lewat aku mulai membuka hp ku dan memesan ojek online lewat salah satu aplikasi yang ada di gadgetku. Sesampainya di rumahnya, mulailah kita belajar tambahan, kali ini aku akan mengajarkan persiapan TO IPA, berhubung esok harinya siswa yang aku ajarin akan mengikuti TO IPA di sekolah. Untuk materi IPA sendiri, sebetulnya saya hanya banyak baca saja ketika mengajarkan ke siswaku ini, karena disiplin ilmuku adalah matematika. Cuman, aku sedikit tertarik dengan semua ilmu, salah satunya adalah IPA. Jadilah ketika diminta untuk mengajari les tambahan Matematika dan IPA, aku bisa terima begitu saja. Belajar persiapan TO di mulai dengan materi yang paling awal mengenai ciri khusus hewan dan tumbuhan hingga tentang penetapan kalender hijriah dan masehi.

Setelah dari rumah siswaku yang akan TO IPA esok harinya, akupun beranjak menuju siswa les tambahanku yang lain, hari ini di minta oleh orang tuanya untuk memberikan belajar tambahan. Sebetulnya agak sungkan aku untuk mengajari anaknya, bukan karena apa-apa, mungkin karena orang tuanya yang memiliki misi berbeda dengan apa yang aku inginkan, namun ku tepis itu semua, yang penting aku mengajar pikirku. Efeknya setelah mengajar les tambahan di dua tempat, akhirnya aku pulang agak kemalaman, aku jadi merasa bersalah sama istriku yang sedang menungguku di rumah, untungnya istriku bisa menerima ini dengan baik dan komunikasi kami yang baik jadi semuanya tak ada masalah. Namun, aku sadari bahwa les ini membuatku kelelahan terkadang, ya tapi semua tergantung niatnya. Jika niatnya baik, maka secapek apapun akan di nikmati dengan baik. Aamiin